Rapat Anggota Tahunan

Bersinergi Membangun Kemandirian

Unit Simpan Pinjam

Maju dan Tumbuh Bersama

Kelompok Usaha Produktif

Sebesar-besarnya manfaat untuk kesejahteraan anggota

Pendidikan dan Pelatihan

Meningkatkan Kualitas dan keterampilan SDM

Program Kemitraan

Kerjasama yang membawa manfaat dan saling menguntungkan

Mencetak cuan dari bisnis studio foto

Mencetak cuan dari bisnis studio foto
Meski mengabadikan momen penting kini sudah makin mudah dengan menggunakan ponsel pintar yang memiliki resolusi camera tinggi, namun studio foto masih tetap dibutuhkan. Tidak jarang konsumen membutuhkan layanan fotografi yang lebih profesional untuk momen besar seperti pernikahan atau ulang tahun.

Itulah yang membuat Eric Lee membuka bisnis layanan fotografi bernama Origamii. Agar memiliki nilai tambah, pria yang memiliki hobi fotografi ini menawarkan jasa fotografi one stop service dalam satu tempat. Selain standar jasa studio foto, photo booth, photo print, dia juga menawarkan creative print, seperti mozaik, karikatur, foto puzzle, photo enlargement, serta penjualan bingkai foto, dan aksesori foto, seperti mini album.
Origamii juga melayani jasa penyewaan instant booth dan instant studio bagi pelanggan yang ingin merayakan pesta atau pernikahan atau lainnya.

Mulai berdiri di bawah naungan PT Citra Kreativa pada November 2011, gerai Origamii pertama kali berada di Blitzmegaplex Central Park. Kemudian di 2012, dia mulai menawarkan kemitraan usaha.
Saat ini Origamii sudah memiliki total 19 gerai, yakni 11 gerai milik pusat dan delapan sisanya milik mitra yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Medan, dan Palembang.

Jika Anda berminat, Eric menyiapkan tiga paket investasi. Paket A senilai Rp 370 juta, paket B seharga Rp 270 juta dan paket C senilai Rp 218 juta. Di dalamnya termasuk biaya franchise untuk paket A sebesar Rp 50juta, paket B Rp 40 juta, dan paket C senilai Rp 30 juta.

Lokasi di mall
 
Mitra akan mendapat fasilitas mesin cetak foto, photo booth, produk kreatif, aksesori, set foto studio, komputer, material promo, rak display, hingga printer. Perbedaan tiap paket terletak pada dekorasi, properti, kuantitas produk ritel, perlengkapan, serta stok awal.

Masa kontrak kerjasama selama 3 tahun. Jika ingin memperpanjang kontrak, mitra hanya membayar biaya franchise fee. Bahan baku yang wajib dipasok dari pusat lebih kepada perlengkapan pendukung seperti seragam, amplop dan CD beserta produksi cetakan besar, dan laser.

Eric mengutip biaya royalti 5% dari omzet tiap bulan. Untuk tipe A, Eric memproyeksikan omzet sekitar Rp 70 juta per bulan, tipe B seharga Rp 45 juta, dan tipe C senilai Rp 32,5 juta. "Rata-rata laba bersih di kisaran 30%−35% dari omzet," ujar dia.

Target balik modal mitra sekitar 17 bulan sampai 20 bulan. Eric menyarankan lokasi yang cocok yakni di dalam mall. Luas tempat usaha mulai dari 8 meter persegi (m²)−45 m².
Khoerussalim Ihsan, pengamat Waralaba dari Entrepreneur College, berpendapat, saat ini jasa tempat foto masih dibutuhkan, asalkan, layanan bervariatif dan produknya berkualitas. Selain itu lokasi usaha juga harus tepat sasaran. (Sumber : Koran Kontan)

Origamii        
PT Daya Kreativa,
Ruko Puri Mansion
Blok B No 33,
Jakarta Barat.
HP: 08158100543

Mengecap peluang bisnis Ayam Dower


Mengecap peluang bisnis Ayam Dower

Bisnis kuliner olahan ayam belum surut. Begitu pun dengan tawaran kemitraan kuliner olahan ayam yang kian menjamur. Tawaran terbaru datang dari Bambang Irawan yang mengusung brand Ayam Dower  di Bandung, Jawa Barat. Memulai usaha kulinernya sejak tahun 2011 , Bambang resmi menawarkan kemitraan awal tahun ini.

Hingga saat ini, dia sudah mempunyai dua gerai pribadi di Bandung. Hampir setahun membuka tawaran kerjasama, jumlah mitra yang bergabung sudah ada tiga mitra yang berlokasi di wilayah Cirebon, Jawa Barat.

Ayam Dower menawarkan 10 varian menu, seperti ayam bakar, ayam goreng, hingga sup ayam. Menu olahan ayam ini bisa juga disantap dengan nasi liwet atau nasi putih biasa.  Agar terlihat berbeda dan dapat menarik perhatian konsumen, Bambang membuat olahan ayam dengan sambel racikan khusus dengan resep rahasia. Seporsi Ayam Dower dihargai mulai Rp 15.000 hingga Rp 22.000.

Dalam kemitraan ini, Ayam Dower menawarkan tiga paket investasi. Pertama, paket booth dengan investasi sebesar Rp 20 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra terdiri dari booth, perlengkapan memasak, bahan baku awal, perlengkapan branding, dan lainnya.

Kedua, paket master kota (Maskot) dengan modal awal 75 juta. Dalam paket ini mitra mendapatkan paket booth untuk dikelola sendiri. Mitra juga berhak untuk menggaet mitra baru di kotanya dan mengelola stok bahan baku untuk para mitra.

Paket resto

Ketiga, paket resto dengan nilai investasi Rp 120 juta. Dengan biaya sebesar itu, fasilitas yang didapatkan mitra terdiri dari perlengkapan memasak, bahan baku awal, perlengkapan branding, training, desain interior, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Namun, investasi itu belum termasuk sewa tempat, sehingga mitra harus menyiapkan tempat sendiri. Kriteria luas tempat untuk paket resto minimal 5 meter (m) x 10 m dengan delapan orang karyawan. Untuk menjaga kualitas produk, seluruh mitra harus mengambil bahan baku utama dari pusat.

Kemitraan model resto baru mengenakan biaya royalti kepada mitra setelah lima tahun kerjasama. Besaran royalti sebesar 2% dari omzet. Ada pun target omzet dalam sebulan sekitar Rp 60 juta.
Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar 40% dari omzet bulanan. Berdasarkan perhitungan Bambang, waktu balik modal mitra hanya sekitar enam bulan hingga 12 bulan.

Pengamat Waralaba dari Proverb, Erwin Halim menilai, potensi usaha kuliner olahan ayam masih terbuka lebar. Agar jumlah mitra bertambah, ada baiknya pemilik waralaba gencar melakukan branding agar merek dagangnya semakin dikenal masyarakat luas sehingga permintaan juga bakal naik. (Sumber : Koran Kotan)

Ayam Dower
Jln. Terusan Kopo Ketapang, No. 338, Bandung  
 HP. 081320136336

60 Ribu Koperasi tidak aktif

http://www.koperasiukm-sulsel.info/assets/news/472kemenkop.jpg
…..”Terima kasih Bapak Prabowo, mungkin bapak salah baca atau salah dengar, semua tahu koperasi adalah soko guru ekonomi. Tidak mungkin Jokowi ngomong itu,”…..

Sengaja saya kutip ulang penggalan sanggahan Presdien Joko Widodo (Jokowi) saat masih berstatus calon presiden pada “Debat Capres’ yang disiarkan stasiun televise, 6 Juli 2014. Khalayak gerakan koperasi mungkin masih ingat dengan fragmen tanya jawab itu, yaitu saat calon presiden Prabowo Subianto, melalui informasi yang didapat, menyebut Jokowi menganggap koperasi tak diperlukan.

Dalam kampanye dihadapan sejulah nelayan Indramayu, 17 Juni 2014, Jokowi memang “meragukan” kapasitas koperasi yang dianggapnya tidak cukup membantu para nelayan dan petani dalam hal permodalan. Jokowi menemui fakta, tak sedikit bantuan permodalan untuk koperasi hanya dinikmati kalangan pengurus. Di situ titik kritik Jokowi berawal. Dan bukan benar-benar akan menegaskan peran koperasi.

Untuk yang satu ini, ikhwal pengurus koperasi yang keblinger, memang bukan rahasia lagi. Itu seperti apa yang lebih satu decade sila di umpamakan pakar koperasi (Alm) Ibnoe Sudjono sebagai “koperasi merpati”. Setelah jagung ditebar merpati berkerumun, begitu makanan habis dan lambung kenyang terbanglah merpati.
Jokowi tidak sepenuhnya keliru, dengan menyodorkan fenomena bantuan koperasi yang diselewengkan oknum pengurusnya. Tapi dia juga tidak sepenuhnya tepat manakala menyarankan agar bantuan permodalan untuk petani dan nelayan diserahkan langsung ke petani dan nelayan yang jadi target. Langkah ini tidak mendidik untuk jangka panjang.

“Cooperatives is education…” demikian Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta pernah berujar. Nelayan dan petani yang bergabung dalam koperasi sejatinya adalah individu yang berhasrat mendidik diri sendiri secara kolektif untuk menjadi pintar mengatasi persoalan ekonomi, social dan kulturalnya. Alhasil, meniadakan peran koperasi sama saja artinya dengan mencerabut kesempatan petani dan nelayan untuk menjadi warga negara terdidik yang tidak gampang dibodohi. Saya condong agar Jokowi mengevaluasi fungsi dan peran menteri koperasinya. Tidak  seperti  seperti  yang sudah-sudah. Termasuk didalamnya adalah menjauhkan kementerian koperasi dari aktivitas politik. Koperasi dalam sejarahnya di negeri ini terbukti sangant rentan dipolitisi.

Tak mengagetkan denga apa yang pernah disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hassan beberapa pecan menjelang berakhirnya masa jabatannya sempat mengemukakan niatnya untuk mengevaluasi lebih dari 60 ribu koperasi tidak aktif dari lebih 200 ribu koperasi di Indonesia. Agak naïf memang, mengevaluasi (antara pilihan merevitalisasi dan membubarkan) data manakala jumlah koperasi yang bermasalah sudah mencapai 60 ribu. Apa saja yang dilakukan selama ini?

Seorang peneliti perkoperasian malah merilis anga lebih mengejutkan : 70 persen koperasi kita mati suri. Sekitar sepuluh ribu saja yang sehat.  Tak perlu malu mengakuinya. Mungkin era Jokowi bisa dipertegas lagi. Sehingga “Revolusi Mental” juga bisa mengimbas ke gerakan koperasi. Siapa Tahun. (Priono). 
Sumber : Majalah Warta Koperasi Edisi 260/ Nopember 2014.

Menghitung peluang laba kursus berhitung

Menghitung peluang laba kursus berhitung
Setiap orang tua pasti ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik. Makanya, banyak orang tua rela merogoh kocek dalam-dalam demi pendidikan buah hatinya. Fenomena ini tentu mendatangkan berkah bagi pelaku usaha di sektor pendidikan. Bahkan, banyak pemain asing turut meramaikan bisnis ini dengan menawarkan waralaba atau kemitraan.

Salah satunya adalah Eye Level, lembaga pendidikan asal Korea yang berdiri sejak 1976 di bawah bendera Daekyo. Eye Level sendri baru masuk Indonesia pada 2007 di bawah naungan PT Daekyo Indonesia.
Ade Trianto, Marketing Franchise PT Daekyo Indonesia, bilang, Eye Level sudah merambah 17 negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Asia, dan Eropa. Di Indonesia, total gerainya sudah ada 60. Rinciannya, milik mitra 45 dan sisanya milik sendiri. Menurut Ade, Eye Level fokus memberikan kursus matematika dan bahasa Inggris.

Lembaga kursus ini menampung siswa mulai usia taman kanak sampai sekolah menengah pertama (SMP). Ade mengklaim, kelebihan Eye Level memiliki metode pengajaran basic thinking dan critical thinking. Dengan metode ini, anak dituntut untuk paham sesuai kemampuannya dan bukan menghafal pelajaran.
Kurikulum pengajarannya juga mengadopsi kurikulum dari Amerika Serikat.

Investasi Rp 150 juta

Dalam kemitraan ini, mitra menyiapkan biaya investasi Rp 150 juta. Dengan rincian, biaya lisensi Rp 40 juta dan deposito Rp 35 juta. Sisanya buat training guru, buku modul matematika dan bahasa Inggris semua level, perlengkapan, dan training.

Kerjasama ini tidak memiliki jangka waktu, sehingga mitra tak perlu perpanjang kontrak. Bila tidak meneruskan kerjasama, Eye Level mengembalikan deposito Rp 35 juta yang disetor di awal kerjasama.
Biaya royalti tetap ada setiap bulannya, tapi bukan diambil dari omzet per bulan. Ade bilang biaya royalti sudah dipungut dari iuran anak sebesar 40%. Iuran siswa sendiri dipatok Rp 400.000 per siswa per bulan untuk matematika, dan Rp 430.000 per bulan untuk bahasa Inggris.

Jika satu anak bayar Rp 400.000, maka Rp 160.000 masuk pusat. Mitra harus menyiapkan lahan 90 meter persegi. Ruko itu bisa menampung tujuh kelas. Bila satu kelas menampung 20 siswa, maka total siswa 150 orang per bulan.

Dengan siswa sebanyak itu, mitra bisa mendapat omzet rata-rata Rp 60 juta. Dengan laba 25%–30%, bisa balik modal dalam dua tahun. Khoerusalim Ikhsan, konsultan waralaba dari Entrepreneur College menilai, kursus matematika dan bahasa Inggris masih banyak peminatnya.

Soalnya, banyak siswa mengalami kesulitan di dua mata pelajaran itu. Menurutnya, bisnis ini memerlukan lokasi yang strategis. "Sebisa mungkin harus di dekat area sekolah," ujarnya. Investasi sebesar Rp 150 juta masih wajar.   

PT Daekyo Indonesia
Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 27, Setiabudi
Jakarta Selatan
Telp. 021-52920911
Sumber : Koran Kontan

Segar untung bisnis Sop Durian Lodaya

Segar untung bisnis sop durian
Buah durian atau duren memiliki cukup banyak penggemar di Indonesia. Buah tropis ini tidak hanya nikmat disantap langsung setelah dibelah, namun bisa juga diolah, salah satunya menjadi sop duren. Salah satu brand usaha yang menawarkan menu sop duren sebagai produk utamanya adalah Sop Duren Lodaya. Lewat bendera PT Lodaya Makmur Perkasa, Sop Duren Lodaya beroperasi sejak tahun 2012 di Bogor, Jawa Barat. Agar usaha ini cepat berkembang, sejak awal September 2014, Lodaya mulai menawarkan paket kemitraan usaha.

Noer Wasiti Deswantari, Manager of Business Strategic PT Lodaya Makmur Perkasa, mengatakan saat ini sudah ada tiga mitra yang sudah bergabung yang berlokasi di Cibubur, Cimahi dan Sukabumi. Sementara, cabang milik pusat sudah ada lima yang berlokasi di Bogor, Depok, Bekasi, Jakarta, dan Yogyakarta. "Ketiga mitra ini akan memulai usaha di akhir tahun ini," kata dia.

Jika tertarik bergabung, Sop Duren Lodaya menawarkan dua jenis investasi yaitu Lodaya Express dengan nilai investasi Rp 100 juta dan paket Lodaya Resto seharga Rp 800 juta. Pada paket pertama, mitra akan mendapatkan fasilitas booth, peralatan usaha lengkap, tempat simpan topping, banner promosi, cup, frezeer dan bahan baku awal sebanyak 200 porsi.

Tidak ada royalti

Perbedaan fasilitas pada paket kedua adalah selain mendapatkan semua peralatan usaha lengkap, mitra juga mendapatkan renovasi tempat, meja dan kursi dan juga mendapat bahan baku awal. Jangka waktu kerjasama usaha berlangsung selama lima tahun.

Pusat tidak mengutip biaya royalti, namun mitra wajib membeli bahan baku utama yakni duren olahan dari pusat. "Ini untuk menjaga kualitas produk karena kami menggunakan durian dari Sumatra," ujar Noer. Sop Duren Lodaya menawarkan sembilan varian produk. Olahan bubur duren di sajikan dengan batu es dan aneka taburan yang bisa dipilih seperti ketan hitam, aneka buah atau cendol. Harga jual mulai dari Rp 15.000-Rp 30.000 per porsi.

Pusat menargetkan mitra bisa menjual 150 porsi sehari. Jika tercapai, estimasi omzet yang didapatkan sekitar Rp 2,25 juta per hari atau sekitar Rp 67,5 juta dalam satu bulan. "Target balik modal sekitar lima bulan," katanya  Jumlah karyawan Lodaya Express cukup dua orang, untuk paket resto membutuhkan sekitar 10 karyawan. Syarat luas tempat usaha sekitar 50  meter persegi (m²) untuk paket express dan  minimal 100 m² untuk paket resto. Lokasi usaha disarankan di wilayah perumahan, perkantoran, ruko, atau lingkungan sekolah. 

Amir Karamoy, pengamat waralaba mengatakan, penawaran ini menarik dan prospeknya cukup bagus. Agar bisa terus berkembang,  pengusaha harus mampu bersaing dengan banyak pelaku usaha sejenis yang sudah ada.

PT Lodaya Makmur Perkasa      
Jln. Yudhistira Raya No. 5, Tegal Gundil, Bogor.
Telp. 0251-8351557
Email: SopDurianLodaya@gmail.com
Sumber : Koran Kontan

Asuransi pendidikan, penting nggak sih?

Asuransi pendidikan, penting nggak sih?
Antara rasa bahagia dan cemas, pasangan muda Yakub dan Rita menyambut kelahiran buah hati mereka. Mereka masih bingung mengenai bagaimana cara menyiapkan pendanaan agar kelak anak mereka bisa mencapai pendidikan tinggi yang terbaik.

Sebenarnya, baik Yakub maupun Rita sudah berdiskusi dengan sejumlah rekan yang lebih senior mengenai persiapan dana pendidikan anak. Kebanyakan menyarankan untuk memilih asuransi pendidikan berjenis unitlink. Sebab, cara inilah yang kebanyakan ditempuh oleh orang-orang yang mereka kenal. Benarkah cara ini paling tepat?

Sebelum memutuskan tepat atau tidak, mari kita belajar tentang asuransi pendidikan.  Di pasaran, ada dua asuransi pendidikan yang ditawarkan perusahaan asuransi, yakni asuransi tradisional dan unitlink. Melihat skemanya, sebenarnya kedua jenis asuransi ini tidak berbeda dengan asuransi lain yang ada di pasaran.
Kata "pendidikan" hanya embel-embel untuk menegaskan tujuan asuransi ini adalah untuk persiapan dana pendidikan anak. Adapun soal besaran premi dan uang pertanggungan, perusahaan asuransi biasanya menyesuaikan dengan kemampuan membayar si nasabah serta jangka waktu yang diinginkan.

Vice President Director & Chief Agency Officer Manulife Nelly Husnayati mengatakan, produk asuransi pendidikan memiliki manfaat perlindungan jiwa. Jadi, bila nasabah meninggal dunia atau cacat total, dana pendidikan yang sudah direncanakan tetap akan diberikan kepada ahli waris untuk biaya anak. "Ada pula sejumlah manfaat tambahan, seperti penggantian biaya rawat inap di rumahsakit, santunan meninggal atau cacat total akibat kecelakaan dan manfaat pembebasan premi," terang Nelly.

Asuransi pendidikan tradisional sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan tabungan pendidikan di bank. Nasabah secara berkala menyetor premi selama masa kontrak yang disepakati. Kemudian, setiap kali anak masuk ke jenjang pendidikan tertentu, dana akan cair.

Yang agak berbeda unitlink pendidikan. Direktur Pemasaran Jiwasraya De Yong Adrian bilang, asuransi ini memiliki manfaat proteksi lebih luas. "Di tabungan pendidikan ada asuransi tapi yang dijamin hanya sebesar target dana yang akan diperoleh di akhir jika nasabah meninggal," ujarnya. Sementara, dengan unitlink pendidikan, bila tertanggung meninggal, ahli waris tak hanya mendapatkan uang pertanggungan (UP), melainkan juga hasil investasinya.

Dari sisi bunga, Adrian juga menilai, bunga yang ditawarkan tabungan pendidikan tidak terlalu besar. Bunga kotor hanya 3%–6% per tahun. Sementara, dengan unitlink, imbal hasil lebih fleksibel, mengikuti nilai investasi yang dipilih. Misalnya, dengan memilih ekuitas, Nelly mengasumsikan Manulife StudyLink bisa memberi imbal hasil 14% per tahun.

Seperti tabungan atau asuransi tradisional, nasabah bisa mencairkan dana di unitlink secara bertahap, sesuai kebutuhannya. Ambil contoh Manulife StudyLink tadi. Nelly bilang, dengan membayar premi Rp 5 juta per tahun sejak anak berusia 1 tahun, maka saat anak masuk TK di usia 5 tahun, ia akan mendapatkan hingga
Rp 3,7 juta, lalu dana hingga Rp 19 juta saat anak berusia 11 tahun, dan Rp 31 juta pada saat anak masuk SMA di umur 14 tahun.

Sementara, saat anak berusia 17 tahun–22 tahun atau kuliah, dana pendidikan yang diterima total sampai Rp 64 juta. Harap ingat, ya, ini hanya sebuah ilustrasi. Hasil sebenarnya sangat tergantung dengan imbal hasil riil di lapangan. Meski memiliki dua opsi produk, biasanya perusahaan asuransi lebih mengarahkan nasabah ke produk unitlink.

Ini terlihat dari simulasi yang mereka sodorkan ke nasabah. Dari simulasi asuransi pendidikan Jiwasraya, misalnya, Anda akan melihat beberapa perbedaan mencolok antara asuransi tradisional dan unitlink . Di sini, premi asuransi tradisional lebih mahal, masa pembayaran premi lebih lama, namun manfaat atau UP lebih kecil ketimbang asuransi pendidikan unitlink.

Di luar itu, ada satu hal yang mesti Anda perhatikan ketika mengambil asuransi pendidikan. Karena pembayaran premi asuransi pendidikan ini memerlukan waktu lama, Anda perlu disiplin membayar premi. "Kalau lalai membayar dalam beberapa kali periode pembayaran, dimungkinkan polis akan dinyatakan batal atau lapse dan otomatis pertanggungannya menjadi batal," ujar Adrian. Kelalaian ini bisa membuat klaim asuransi Anda ditolak.

Cermat berhitung

Perencana keuangan MoneynLove Financial Consulting Freddy Pieloor mengingatkan, jika nasabah memutuskan untuk mengambil asuransi pendidikan sebagai instrumen dana pendidikan, ada baiknya ia telah memahami benar skema produk yang ditawarkan. "Sebetulnya ada pilihan lain yang lebih baik, yaitu membeli reksadana secara langsung," ujar Freddy. Namun, bila Anda termasuk golongan orang yang tidak mau repot, Anda dapat memanfaatkan asuransi pendidikan.

Untuk tujuan pendidikan jangka waktu pendek, misal sekitar 5 tahun, Freddy menyarankan untuk menggunakan asuransi pendidikan konvensional saja. "Karena perhitungan uang pertanggungannya sudah pasti," kata dia. Sementara, untuk jangka waktu panjang, asuransi pendidikan jenis unitlink bisa jadi opsi.
Agar imbal hasil lebih maksimal.

Freddy menyarankan agar memilih asuransi pendidikan unitlink dengan pilihan instrumen investasi di saham. Memang dana yang terbentuk akan fluktuatif, tapi dalam jangka panjang, imbal hasil mungkin lebih baik. Anda sebaiknya juga membuat rancangan biaya pendidikan beserta perhitungan inflasi atau perkiraan kenaikan harga pendidikan pada saat anak Anda akan memasuki jenjang pendidikan tersebut. Dengan demikian, Anda tidak hanya tergiur dengan nilai UP yang dicantumkan dalam simulasi. Sebab, bisa jadi, angka itu sudah sangat tidak memadai ketika buah hati Anda masuk ke jenjang pendidikan mendatang.

Pastikan pula Anda memahami biaya-biaya yang harus Anda bayar selama masa pembayaran premi. Jangan sampai Anda merasa kecele lantaran tidak memperhitungkan biaya administrasi atau biaya bulanan yang ternyata dibebankan tiap kali Anda membayar premi. Masih tertarik membeli asuransi pendidikan?
(Sumber : Koran Kontan)

Sebuah Impian Tentang Koperasi


Setiap 12 Juli adalah hari yang penuh arti bagi gerakan koperasi di Indonesia. Sebab pada hari itu masyarakat koperasi Indonesia memperingati hari jadi Koperasi yang lahir pada tanggal 12 Juli 1947 di kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tak terkecuali pada tahun 2014 ini, masyarakat gerakan koperasi Indonesia kembali memperingati hari “keramat” itu. Walau mungkin peringatannya tidak semeriah pada tahun-tahun sebelumnya karena jatuh  pada bulan puasa, tapi masyarakat gerakan koperasi akan selalu memaknai dan menandai bahwa mereka merasa punya wadah usaha yang bernama koperasi.

Wacana yang muncul ke permukaan, bahwa koperasi Indonesia masih jauh tertinggal masih terus bergulir. Padahal kalau dilihat dari usia, pada usia 69 tahun (1945-2014) semestinya kita sudah punya koperasi yang berprestasi dan besar. Dalam peta perekonomian nasional kontribusi koperasi Indonesia dalam produk domestic bruto (PDB) masih kurang dari lima persen. Sementara untuk tataran dunia, koperasi kita juga masih jauh tertinggal yang tidak bisa dicatatkan atau dimasukan ke deretan koperasi dunia.

Berdasarkan kreteria yang ditetapkan International Cooperative Alliance (ICA) untuk masuk ke koperasi dunia minimal harus punya omset dari US$ 1,25 milyar (sekitar Rp 12 trilyun) hingga US$ 70,70 milyar (sekitar Rp 67 trilyun). Sedangkan omset koperasi kita yang terbesar baru mencapai Rp 7,77 trilyun pertahun.

Dalam kondisi demikian, mungkinkah koperasi Indonesia akan menembus koperasi besar dunia? Memang kata banyak orang, hidup harus punya mimpi. Sebuah impian berfungsi untuk mewadahi tujuan kehidupan.

Juga ada kata pepatah, “Tidak Ada Kata Terlambat” mungkin pepatah itu juga bisa diterapkan dalam “menghibur” masyarakat koperasi Indonesia. Untuk menjadi besar dan masuk koperasi dunia, tentu tidak mengenal istilah terlambat.

Kita memang harus introspeksi. Buat apa kita punya Kementerian Koperasi? Buat apa kita punya UU Koperasi yang selalu diperbaiki. Buat apa kita punya organisasi gerakan Koperasi yang namanya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Terkecuali kita lagi-lagi tejerebab dengan istilah yang terus populer “itulah Indonesia” sebuah Negara besar, tetapi sulit mencetak prestasi besar. Yang selalu hidup penuh mimpi atau hidup dalam impian. Termasuk untuk koperasi. (Dirangkum dari beberapa sumber) Dok. Sudibyo

Awas, jangan sok kaya!

Awas, jangan sok kaya!
Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Itu guyonan lama yang masih relevan hingga kini. Siapa, coba, yang tak kepingin hidup (dan mati) senikmat itu?

Menjadi kaya boleh jadi merupakan mimpi standar orang dewasa. Bayangkan tinggal di rumah berlantai marmer impor dari Italia, berendam di bath tub seharga ratusan juta perak, naik limosin Hummer keliling kota, serta mendapat pelayanan ekstra istimewa dari bank ala Malinda Dee, jelas begitu menggoda. Siapa yang berani menampik anugerah hidup seperti itu?

Sayang sekali, menjadi kaya bukan garis hidup otomatis bagi semua orang. Kebanyakan dari kita harus berjuang ekstra keras agar menjadi kaya. Namun tak semua orang bisa tekun, sabar, dan gigih mengejar mimpi menjadi kaya.

Mungkin karena itu pula, banyak orang tergoda untuk kaya secara instan€. Kalau tak menghimpun uang haram sebagai modal menumpuk harta, mereka mengandalkan utang sebagai senjata memupuk kekayaan. Bagi mereka kaya adalah harta. Semakin banyak harta yang mereka kuasai, semakin mereka merasa kaya.
Benarkah cara pandang seperti itu? Kalau Anda bertanya kepada para perencana keuangan, tentu mereka akan menjawab kompak: tidak!

Di dunia keuangan berlaku sebuah rumus ampuh: Harta = Utang + Modal. Banyak orang mengira bahwa status kaya identik dengan Harta sehingga mereka memupuk harta, apa pun caranya. Itu adalah anggapan salah. Status bukan berada di sisi Harta, melainkan pada sisi Modal.

Meski menghuni townhouse berharga miliaran dan mengendarai sedan cabriolet saban sore, Anda bukan orang kaya apabila membiayai semua itu dengan utang. Sebaliknya, Anda berhak mengklaim sebagi orang kaya walau cuma mengendarai bebek matik, selama semua harta Anda beli dengan uang sendiri.

Kesalahan mengidentifikasi status diri sendiri ini bisa berakibat fatal. Orang yang €œkaya dari utang bisa melarat tiba-tiba ketika gagal membayar angsuran. Jadi, apakah Anda termasuk golongan orang yang kaya modal atau kaya utang? (Sumber : Koran Kontan)

Rencanakan sejak dini agar sejahtera di hari tua

Rencanakan sejak dini agar sejahtera di hari tua
Usai puluhan tahun bekerja banting tulang mencari uang, seseorang yang memasuki masa pensiun tentu ingin menikmati hidupnya dengan tenang. Selain selalu menjaga hubungan baik dengan anak dan cucu, ketenangan hati juga bisa dirasakan jika tak ada kendala dalam pemenuhan kebutuhan finansial. Maklum, sumber keuangan sudah mampet.

Jika anak dan sanak keluarga masih bisa diandalkan untuk menopang hidup Anda, mungkin, masalah bisa teratasi. Namun, tentu, akan lebih membahagiakan jika Anda tetap bisa mandiri secara finansial dan tak memberatkan siapa pun, termasuk anak Anda. Kalau bisa, Anda justru memberikan kelebihan dari apa yang sudah ditanam selama masih produktif bekerja bagi anak dan cucu.

Oleh karena itu, memikirkan pendanaan pensiun sangat penting. Para perencana keuangan pun kompak bilang, semakin cepat Anda mengalokasikan dana pensiun, besaran cicilan dana pensiun semakin kecil, tapi potensi dana yang terkumpul semakin besar. “Belum lagi soal compounding return (akumulasi keuntungan) yang didapat pasti makin besar,” ujar perencana keuangan dari Fahima Advisory Fauziah Arsiyanti, yang akrab disapa Zizi.

Jadi, sebaiknya, begitu Anda bekerja dan mendapatkan penghasilan, saat itu, Anda mulai merencanakan pembentukan dana pensiun. Sebagai contoh, Anda harus menyisihkan dana Rp 3,63 juta per bulan jika ingin pensiun di usia 55 tahun. Tapi, jika usia Anda sekarang masih 27 tahun, Anda cukup menyisihkan Rp 1,3 juta.
Perencana keuangan dari AFC Financial Check Up Budi Triadi Pratama menyarankan, sebaiknya seseorang juga tak bergantung pada dana pensiun yang dikelola oleh instansi atau perusahaan tempatnya bekerja. Alasannya, rata-rata dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di instansi pemerintah maupun swasta hanya ditempatkan pada ladang investasi yang konservatif dengan return yang tidak besar.

Bisa pilih instrumen yang lebih agresif

Padahal, investasi dana pensiun bisa memakan waktu hingga puluhan tahun. “Return kecil atau tetap dari investasi yang dipilih itu, mungkin, tidak akan menutup inflasi,” tandas Budi. Karena itu, dia menyarankan agar seseorang mengalokasikan sendiri dana pensiunnya di keranjang investasi yang bersifat lebih agresif dengan potensi return lebih besar. Di sisi lain, risiko investasi menjadi hal yang tak perlu dirisaukan karena rentang investasi yang panjang mampu menjembatani risiko tersebut.

Perencana keuangan dari MoneynLove Financial Planning & Consulting Freddy Pieloor berpendapat sama. “Dana pensiun dari kantor dianggap sebagai bonus saja,” tuturnya. Saking pentingnya mengalokasikan dana pensiun pribadi, sejak dini pun, semestinya, setiap orang membentuk pola pikir bahwa alokasi dana pensiun adalah kebutuhan yang sengaja disisihkan dan bukan disisakan dari pendapatan yang diterima.

Harapannya, dana yang disisihkan tersebut bisa menjadi pos pendapatan pengganti seperti yang biasa diterima semasa bekerja. Dana ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sebagai dana kesehatan. Maklum, asuransi kesehatan kadang membatasi usia klaim, yakni rata-rata hanya sampai usia 55 tahun.

Di luar memenuhi kebutuhan sehari-hari, Budi menambahkan, dana pensiun bahkan bisa dirancang untuk pendanaan pelesir di hari tua. “Misalnya, ingin menikmati masa tua dengan keliling Eropa,” katanya.
Nilai yang mesti disisihkan untuk pembentukan dana pensiuan, menurut para perencana keuangan, sangat relatif. Banyak faktor mempengaruhinya, seperti gaji saat ini, ekspektasi penghasilan dan gaya hidup saat pensiun kelak, karakter investasi Anda, serta lama melakukan penyisihan dana.

Budi memberikan gambaran perhitungan alokasi dananya. Dengan gaji Rp 5 juta saat ini dan berkeinginan menikmati uang dengan nilai yang setara saat pensiun kelak, Anda harus menyisihkan dana Rp 1,3 juta per bulan dan diinvestasikan pada instrumen yang bisa menghasilkan return sekitar 25% per tahun. Sebab, Rp 5 juta saat ini, dengan tingkat inflasi rata-rata 12% per tahun, bakal setara Rp 119,42 juta pada 28 tahun mendatang.

Freddy berpendapat, agar aman, seseorang bisa menyisihkan uang untuk dana pensiun dengan persentase minimal dua kali inflasi saat ini. Jadi, jika inflasi year on year (yoy) Januari kemarin 3,65%, dana yang Anda harus sisihkan adalah 7,3% dari total pendapatan. Jika bermaksud mengalokasikan dana pensiun untuk diri sendiri dan pasangan, besarannya dikalikan dua lagi atau menjadi 14,6%.

Saran Zizi, sebaiknya kantong dana pensiun suami dan istri dipisahkan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal tak baik yang mungkin terjadi, misalnya perceraian. Nah, berikut beberapa alat investasi yang bisa dimanfaatkan untuk membentuk dana pensiun Anda.

Reksadana saham

Setidaknya ada dua keuntungan yang bisa didapat dari investasi reksadana saham, yakni potensi return dari pergerakan harga saham dan kemudahan berinvestasi.
Berbeda dengan saham yang memerlukan penanganan lebih jeli, melalui reksadana, investasi Anda akan diracik oleh manajer investasi (MI). Potensi return pun cukup besar, bisa sampai 30% per tahun. Tapi, memang ada risiko nilai investasi bisa turun lantaran fluktuasi harga saham yang menjadi portofolionya.
Untuk investor berkarakter moderat, reksadana campuran bisa menjadi pilihan. Alasannya, risiko investasinya lebih kecil.

Saham

Selain menikmati kenaikan harga saham, investor bisa menikmati pembagian laba bersih perusahaan atau dividen. Namun, butuh analisis cermat agar tak salah pilih saham. Budi mengatakan, untuk memudahkan pemilihan saham, Anda bisa memilih saham-saham dengan kinerja fundamental bagus, seperti saham-saham perusahaan besar atau blue chips.

Namun, imbuh Freddy, harga saham blue chip, biasanya, mahal. Jadi, dia menyarankan agar membeli saham lapis kedua yang berpotensi memiliki pertumbuhan bagus untuk jangka panjang.
Mengenai pemilihan sektor nya, para perencana keuangan menyarankan Anda untuk melakukan diversifikasi. “Karena untuk dana pensiun, sebaiknya saham disimpan saja dan bukan untuk trading,” kata Freddy.

Obligasi

Surat utang (obligasi) jangka panjang di atas 15 tahun juga bisa menjadi pilihan. Sama seperti saham, sebaiknya, Anda menyimpan obligasi untuk jangka panjang, bahkan hingga jatuh tempo. Dari investasi obligasi, Anda bisa menikmati pembagian kupon atau bunga dan kenaikan harga. Untuk menekan risiko, para perencana keuangan lebih menyarankan Anda memilih obligasi pemerintah ketimbang korporasi.

Properti

Properti bisa menjadi sumber dana pensiun. Namun, menjual properti adalah pilihan paling akhir. Selain harganya tak murah, menjual properti juga tak gampang. Jadi, lebih baik menyewakan properti Anda untuk mendapatkan passive income.

Pemilihan jenis dan lokasi properti menjadi faktor krusial karena akan menentukan tingkat kenaikan harga dan permintaan sewa. Nah, selamat merencanakan masa tua yang sejahtera! (Sumber : Koran Kontan)

Company Profile



Jaya Kerta Sejahtera adalah sebuah badan usaha berbentuk koperasi berskala nasional yang berdiri sejak 16 Nopember 2007, dipelopori oleh para pengusaha besar, menengah yang berdomisili di  wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, dan telah memiliki divisi-divisi usaha ;

-         Divisi Perdagangan Umum & Suplayer
-         Divisi Pelayanan Jasa
-         Divisi Pendidikan dan Pelatihan

yang akan datang dalam waktu dekat juga akan dikembangkan bidang-bidang usaha ;

-         Divisi Pelayanan Kesehatan
-         Divisi Konstruksi & Properti
-         Divisi Telekomunikasi dan Informatika
-         Divisi Pengembangan dan Penerapan Teknologi

Dikelola secara profesional untuk membantu meningkatan kerjasama usaha baik antara pengusaha besar, pengusaha menengah dan kecil dalam membangun bangsa dan negara melalui tatanan ekonomi demi terciptanya kesejahteraan bersama.

  
Visi

Menjadi Badan Usaha Koperasi yang Profesional, Sehat, Dinamis didalam membangun Ekonomi Kerakyatan dan Kesejahteraan Sosial.

Misi
               
Memberdayakan dan Mengembangkan Potensi Usaha Anggota melalui Pembinaan Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Kewirausahaan menuju Masyarakat Ekonomi yang Kokoh dan Mandiri.

Tujuan

Tujuan dibentuknya koperasi ini adalah ;
1)        Meningkatkan kesejahteraan anggota.
2)        Memberdayakan dan mengembangkan ekonomi anggota dengan mendukung usaha-usaha yang dimiliki oleh anggota.
3)        Mendidik anggota dalam berekonomi dan pengembangannya.

Sasaran

Sasarannya adalah ;
1)     Terwujudnya kesejahteraan, kemandirian, pribadi yang tangguh, dan kokoh sehingga mampu mendukung sepenuhnya program-program pemerintah.
2)     Terwujudnya sarana usaha yang mampu mengelola dan mengembangkan investasi serta menyediakan lapangan kerja bagi anggota.
Menyediakan sarana investasi yang sesuai dengan mengedepankan prinsip kebersamaan, tolong-menolong, toleransi dan transparansi.

Peresmian Unit Simpan Pinjam



Unit Simpan Pinjam (USP) SWAMITRA Koperasi Jaya Kerta Sejahtera kini telah hadir dan resmi beroperasi sebagai salah satu unit usaha dari Divisi Pelayanan Jasa. Acara peresmian dilaksanakan pada Kamis, 27 Nopember 2008 yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Bapak Drs. HM. Machdiar, MSi, Bapak Alam Nugraha (Ketua DEKOPINDA Kabupaten Tangerang), Bapak Donny Hermawan (Pengendali Operasi SWAMITRA Jabodetabek - PT. Bank BUKOPIN), menjadi sangat istimewa karena diikuti oleh pembukaan rekening tabungan secara simbolis oleh Bapak Machdiar, Bapak Mujiono (Ketua II Koperasi JKS), dan Bapak Hidayat (Tokoh Masayarakat) serta seluruh hadirin termasuk perwakilan dari 65 Kelompok Usaha Produktif (KUP)Koperasi Jaya Kerta Sejahtera.

Bapak Sudibyo, SE, MM (Ketua I Koperasi JKS) dalam sambutannya mengatakan bersyukur kepada Allah SWT dengan diwujudkannya kehadiran USP SWAMITRA JKS, karena ini adalah amanah dari RAT ditahun pertama pengembangan unit usaha koperasi yang diharapkan akan mampu memjadi sarana bagi anggota untuk meningkatkan produktifitas kegiatan usaha. Juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Machdiar dan Bapak Alam Nugraha yang senantiasa membimbing Koperasi Jaya Kerta Sejahtera menuju koperasi yang mandiri dan profesional.

Dalam sambutannya Bapak Machdiar menyampaikan bahwa dengan telah dibentuknya Kota Tangerang Selatan, maka Koperasi Jaya Kerta Sejahtera selanjutnya akan berada di bawah binaan Dinas Koperasi Kota Tangerang Selatan, dan menyampaikan terima kasih kepada PT Bank Bukopin yang telah bermitra dengan koperasi-koperasi dalam mengembangkan unit simpan pinjam SWAMITRA khususnya yang berada di wilayah Tangerang. Bahwa sudah ada 10 unit SWAMITRA di wilayah Tangerang termasuk di dalamnya USP SWAMITRA JKS. Koperasi harus menjadi motor gerakan ekonomi masyarakat yang didalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan yang universal yakni toleransi, tolong-menolong, musyawarah, dan keadilan. Koperasi juga menganut nilai-nilai dasar syariah karena di dalamnya tidak mengenal adanya pemegang saham mayoritas seperti diperseroan tetapi mempunyai prinsip bagi hasil dalam perhitungan sisa hasil usahanya. Sebagai wujud dukungan Bapak Machdiar juga meminta kepada seluruh jajaran Koperasi Jaya Kerta Sejahtera agar beliau dapat dimasukkan sebagai pendiri Koperasi JKS dengan penyertaan modal sebesar 5 juta rupiah yang disambut meriah oleh para hadirin yang hadir.

Sementara Bapak Donny Hermawan yang mewakili PT Bank Bukopin mengatakan tentang komitmen perusahaan yang akan terus mendukung gerakan koperasi di Indonesia melalui USP SWAMITRA dan meningkatkan kualitas layanan kepada para nasabah, sebagaimana keputusan manajemen Bank Bukopin yang mentargetkan untuk menjadikan 2000 unit di seluruh Indonesia dari sekitar 650 unit SWAMITRA yang telah ada saat ini dengan modal berputar senilai 800 miliar rupiah. Sementara di Jabodetabek saat ini sudah ada 85 unit termasuk SWAMITRA JKS ini, yang menurutnya memiliki kantor yang unik dan representatif sebagaimana tampilannya mirip profesional perbankan.

Grand Opening Ceremony



Koperasi Jaya Kerta Sejahtera lahir pada hari Jumat, 16 Nopember 2007 di Jakarta. Pada saat pembentukan dihadiri sekitar 50 calon anggota koperasi yang berlatarbelakang dari pengusaha, pegawai negeri dan swasta, serta profesional yang sepakat untuk membangun ekonomi bersama-sama melalui wadah koperasi. Dengan dibentuknya koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama usaha sesama anggota dalam membangun bangsa dan negara melalui tatanan ekonomi kerakyatan menuju terciptanya kesejahteraan bersama.

Mempunyai visi menjadikan badan usaha koperasi yang profesional, sehat, dan dinamis untuk membangun ekonomi kerakyatan menuju kesejahteraan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia. Misinya memberdayakan dan mengembangkan potensi usaha anggota melalui pembinaan manajemen sumber daya manusia dan pendidikan kewirausahaan menuju masyarakat ekonomi yang kokoh dan mandiri.

Peresmian operasional oleh Bapak Drs. H. Mahdiar, Msi pada hari Jumat, 28 Maret 2008 yang ditandai dengan pelaksaan bazar pasar murah JKS'08 yang diikuti 105 stan dari anggota dan UKM mitra koperasi, berbagai kegiatan lomba, dan seminar. Koperasi sesuai dengan programnya akan mengawali kegiatan usaha melalui unit usaha toko sembako, toko air minum isi ulang ro, dan yang akan dikembangkan diantaranya unit penjualan pulsa telepon seluler, unit kantin, unit penjualan susu, unit pembiayaan (kredit), unit waralaba teh moonas, unit pengembangan teknologi, unit komputer dan alat tulis kantor, unit periklanan dan percetakan, serta dalam waktu dekat akan dibuka unit perbankan mikro swamitra yang bekerja sama dengan PT Bank Bukopin.